Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2011/04/membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz1ghJyPzUY
CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 28 Desember 2011

PERGAULAN REMAJA MASA KINI


Banyak yang bilang pergaulan remaja masa kini sudah banyak berubah dibandingkan pada masa-masa sepuluh sampai lima belas tahun silam. Remaja sekarang lebih sering berekspresi pada emosinya dan dapat dengan mudahnya mengungkapkan perasaan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu seperti dulu. Remaja zaman sekarang lebih cenderung dapat dengan mudahnya mengungkapkan kemarahan, kesedihan dan kegembiraannya dengan kata-kata yang terucap secara langsung terhadap teman baik tanpa basa-basi seperti halnya remaja zaman dulu. Dengan santainya remaja bisa mengungkapkan ketidak sukaannya kepada ayah atau pun ibunya dengan cara tidak sopan.
Remaja zaman sekarang juga cenderung berubah sikapnya terhadap orang tua mereka. Seperti halnya, ibu mereka yang dicintainya dan disayanginya yang selalu diberi perhatian, kasih sayang, merangkul dan menciumnya. Tetapi dengan biasanya remaja mengexpresikan perasaan cinta dan sayang pada pacar mereka di tempat umum yang terlihat oleh banyak orang. Seperti halnya:  bergandengan tangan, berpelukan, bahkan berciuman. Begitu khawatirnya orang tua melihat pergaulan remaja saat ini. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa saat orang tua mereka muda, mereka juga sering membuat orant tua mereka sakit hati dan merasa khawatir atas sikap dan perilaku mereka. Apabila orang tua terlalu keras akibat perasaan khawatir yang mereka miliki, maka remaja akan cenderung memberontak dan bersikap jauh lebih keras. Dan akan terjadi pertikaian antara orang tua dan anak, dan tidak dapat dihindari.
Pergaulan memang sangat dibutuhkan oleh para remaja, karena mereka ingin mengenal banyak orang dari berbagai lingkungan. Karena kita tidak bisa hidup di dunia ini sendiri, kita membutuhkan bantuan orang atu bisa di katakana ketergantungan. Dan bergaul juga tidak lepas dari mencari jati diri mereka semata. Dengan membebaskan perasaan dan isi hati mereka juga mengharapkan kebebasan dan ketenangan jiwa. Bila remaja di kekang maka remaja akan merasa terkekang atau tidak nyaman, namun bila diberi kebebasan mereka juga sangat mengkhawatirkan. Yang terpenting adalah komunikasi dan terarah antara anak dan orang tua. Jika sang remaja masih mampu berkomunikasi dengan keluarga dan orang tuanya maka bimbingan untuk pergaulannya dapat dicegah supaya tidak terjerumus.
            Jika remaja tidak dapat berkomunikasi dengan orang tua dan keluargnya maka remaja itu akan terjerumus oleh pergaulan bebas. Pergaulan bebas sering dikonotasikan menjadi sesuatu yang negative seperti : seks bebas, narkoba, kehidupan malam, dan lain-lain. Memang istilah ini didapat dari budaya barat dimana orang bebas untuk melakukan hal-hal diatas tanpa takut menyalahi norma-norma yang ada dalam masyarakat, seperti : norma agama. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu adalah hal yang tidak baik, sering pula mereka mengatakan “jauhi pergaulan bebas”.
Pergaulan bebas dapat dicontohkan seperti halnya, kita memanggil ayah, ibu atau orang lebih tua dengan sebutan nama. Seperti orang  asing memanggil ayah atau ibunya dengan “you” (kamu) atau dengan panggilan nama, namun di Negara kita itu adalah hal yang tidak sopan dikarnakan norma-norma dalam kehidupan msyarakat kita. Namun banyak remaja sekarang memanggil orang yang lebih tua dari dirinya dengan panggilan nama saja.
Pergaulan remaja saat ini memang sangat keras dan rawan, begitu banyak dampak-dampak yang timbul. HIV/AIDS adalah salah satu dampak dari pergaulan bebas, hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. Sangat memprihatinkan melihat penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul antara mereka. Oleh karena itu sangat dianjurkan pengembangan  model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidikan (konselor) sebaya menjadi sangat penting. Pusat informasi kesehatan reproduksi remaja ini menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu member solusi kepada teman sebaya mereka yang mengalami masalah pada kesehatan reproduksi.
Begitu banyak akibat-akibat yang terjadi karena pergaulan remaja yang bebas saat ini. Jika sikap-sikap atau perilaku remaja kita ini tidak dapat dihentikan dan mengallir terus seperti ini. Maka norma-norma yang ada dimasyarakat ini tidak akan berlaku lagi, dan Negara kita bisa menjadi Negara yang bebas tanpa ada aturan-aturan yang menyangkut kebudayaan kita lagi. Kebudayaan kita juga akan menjadi rusak, dikarenakan remaja-remaja zaman sekarang lebih tergiur dengan kebudayaan Negara luar.
Maka kita sebagai penerus bangsa ini harus mampu dan bisa menjaga Negara ini, menyelamatkan Negara ini dari kehancuran-kehancuran yang semata-mata tidak ada nilainya di mata Negara kita. Keyakinan dan usaha dari diri kita sendiri yang dapat merubah sikap kita untuk menjadi yang terbaik dan dapat menyelamatkan budaya Negara kita.

0 komentar: